Sikapi Isu Pemakzulan Presiden, Dr. H. Aminuddin: Stabilitas Nasional Jangan Dikorbankan Politik

Dr. H Aminuddin Tokoh Forum Mubaligh Muda Indonesia
Dr. H Aminuddin Tokoh Forum Mubaligh Muda Indonesia

Jakarta – Tokoh Forum Mubaligh Muda Indonesia, Dr. H. Aminuddin M.Si, menyampaikan kritik keras terhadap munculnya narasi pemakzulan Presiden Prabowo Subianto yang belakangan mulai ramai diperbincangkan di ruang publik maupun media sosial. Menurutnya, isu tersebut bukan sekadar bentuk kritik politik biasa, melainkan telah berkembang menjadi manuver politik yang berbahaya, provokatif, dan berpotensi memicu polemik luas di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Dr. H. Aminuddin menilai narasi pemakzulan sengaja dimainkan oleh kelompok tertentu yang memiliki kepentingan politik jangka pendek dan berupaya memanfaatkan dinamika situasi nasional untuk mengambil keuntungan. Ia menyebut pola tersebut sebagai strategi oportunis yang tidak mencerminkan etika demokrasi yang sehat karena lebih mengedepankan agitasi politik dibandingkan kepentingan bangsa dan rakyat.

Menurutnya, munculnya isu tendensius tersebut patut dicermati secara serius karena dapat memicu kegaduhan nasional, memperuncing polarisasi sosial, serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menegaskan bahwa ketika ruang publik terus dipenuhi narasi provokatif dan spekulatif, maka yang paling dirugikan bukan elite politik, melainkan masyarakat luas yang berpotensi menjadi korban apabila situasi berkembang ke arah chaos dan instabilitas.

Dr. H. Aminuddin juga menyoroti adanya indikasi bahwa isu pemakzulan sengaja didorong secara sistematis untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintahan yang sah. Ia menilai terdapat pihak-pihak yang diuntungkan dari terciptanya situasi gaduh dan penuh ketidakpastian, baik untuk kepentingan politik praktis maupun untuk membangun tekanan tertentu terhadap pemerintah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa demokrasi Indonesia memiliki mekanisme konstitusional yang jelas dan tidak boleh dijadikan alat permainan politik oleh kelompok yang haus kekuasaan. Perbedaan pandangan dan kritik terhadap pemerintah merupakan hal wajar dalam negara demokrasi, namun menurutnya hal tersebut tidak boleh berubah menjadi provokasi yang dapat mengancam persatuan nasional dan ketenteraman masyarakat.

Sebagai tokoh muda keagamaan, Dr. H. Aminuddin M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, menahan diri dari provokasi, serta lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu politik yang berkembang. Ia berharap seluruh pihak lebih mengedepankan dialog, stabilitas nasional, dan kepentingan rakyat dibanding manuver politik yang berpotensi memecah belah bangsa.

Pos terkait